Kisaran Today – Isu mengenai radiasi smartphone kerap membuat pengguna bertanya-tanya, terutama ketika mengetahui bahwa setiap ponsel memiliki tingkat paparan gelombang radio yang berbeda. Salah satu ukuran yang biasa digunakan untuk melihat angka tersebut adalah Specific Absorption Rate (SAR).
SAR merupakan indikator yang menggambarkan seberapa banyak energi frekuensi radio yang diserap tubuh ketika sebuah perangkat digunakan. Semakin tinggi angkanya, semakin besar energi yang terserap dalam kondisi pengujian tertentu.
Namun, angka SAR tidak serta-merta berarti sebuah ponsel berbahaya. Perangkat yang dijual secara resmi tetap harus memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku di wilayah pemasaran masing-masing.
Apa Itu SAR pada Ponsel?
SAR dinyatakan dalam satuan Watt per kilogram (W/kg). Pengukuran ini dilakukan dengan menguji seberapa besar energi elektromagnetik yang diserap jaringan tubuh ketika perangkat memancarkan sinyal.
Radiasi yang dihasilkan ponsel termasuk kategori non-ionisasi. Jenis radiasi tersebut berbeda dengan sinar-X atau radiasi gamma yang memiliki energi cukup tinggi untuk menyebabkan perubahan langsung pada struktur molekul.
Karena karakteristiknya berbeda, radiasi frekuensi radio dari smartphone lebih banyak menjadi perhatian dari sisi paparan energi dan efek termal. Itulah sebabnya regulator menetapkan batas tertentu agar perangkat yang beredar tetap berada dalam tingkat yang dianggap aman berdasarkan standar pengujian.
Di Eropa, misalnya, batas SAR untuk paparan pada kepala ditetapkan sebesar 2 W/kg. Sementara itu, batas untuk paparan seluruh tubuh jauh lebih rendah.
Perlu dicatat, angka SAR yang tercantum dalam spesifikasi biasanya merupakan hasil pengujian dalam kondisi tertentu dengan perangkat bekerja pada daya transmisi tinggi. Pemakaian sehari-hari tidak selalu membuat ponsel memancarkan daya sebesar itu.
10 HP dengan Angka SAR Tinggi
Sejumlah model smartphone tercatat memiliki nilai SAR relatif tinggi dibandingkan perangkat lain. Berikut daftar yang dirangkum dari data yang digunakan dalam laporan tersebut:
- Motorola Edge — 1,79 W/kg
- ZTE Axon 11 5G — 1,59 W/kg
- OnePlus 6T — 1,55 W/kg
- Sony Xperia XA2 Plus — 1,41 W/kg
- Google Pixel 3 XL — 1,39 W/kg
- Google Pixel 4a — 1,37 W/kg
- Oppo Reno5 5G — 1,37 W/kg
- Sony Xperia XZ1 Compact — 1,36 W/kg
- Google Pixel 3 — 1,33 W/kg
- OnePlus 6 — 1,33 W/kg
Melihat daftar tersebut, sebagian besar perangkat merupakan model yang sudah dirilis beberapa tahun lalu. Karena itu, kemungkinan jumlah pengguna yang masih menggunakan ponsel-ponsel tersebut saat ini tidak sebanyak ketika perangkat tersebut pertama kali dipasarkan.
Motorola Edge berada di posisi teratas dalam daftar dengan angka 1,79 W/kg. Meski tergolong tinggi dibandingkan model lain dalam daftar, angka tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan standar regulasi yang digunakan saat perangkat diuji.
Dengan kata lain, tidak tepat jika hanya melihat peringkat SAR kemudian langsung menyimpulkan sebuah ponsel berbahaya.
Angka SAR Bukan Gambaran Paparan Sepanjang Waktu
Ada satu hal penting yang sering terlewat ketika membahas radiasi smartphone. Nilai SAR merupakan hasil pengujian dalam kondisi tertentu, bukan angka yang terus-menerus diterima tubuh pengguna selama menggunakan ponsel.
Ponsel secara otomatis menyesuaikan kekuatan transmisi berdasarkan kondisi jaringan. Ketika sinyal BTS berada dalam kondisi baik, perangkat biasanya tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mempertahankan koneksi.
Sebaliknya, ketika pengguna berada di tempat dengan sinyal lemah, seperti area tertutup atau lokasi yang jauh dari menara seluler, perangkat dapat meningkatkan daya transmisinya agar tetap terhubung ke jaringan.
Kondisi tersebut membuat tingkat paparan aktual dapat berbeda dari angka maksimum yang tercantum dalam spesifikasi.
Jarak Ponsel Juga Berpengaruh
Selain kekuatan sinyal, jarak antara smartphone dan tubuh menjadi faktor penting.
Ketika melakukan panggilan telepon dan ponsel ditempelkan langsung ke kepala, jaraknya tentu jauh lebih dekat dibandingkan ketika perangkat diletakkan di atas meja dan pengguna menggunakan speaker.
Karena itu, menjaga jarak dari tubuh menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi paparan frekuensi radio.
Pengguna yang ingin lebih berhati-hati dapat memanfaatkan speakerphone atau headset ketika melakukan panggilan dalam waktu lama. Menggunakan pesan teks juga bisa menjadi alternatif ketika percakapan tidak harus dilakukan melalui panggilan suara.
Bagaimana dengan Risiko Kesehatan?
Pembahasan mengenai radiasi ponsel dan kesehatan masih menjadi topik penelitian. Radiasi frekuensi radio dari perangkat seluler berbeda dari radiasi pengion yang diketahui mampu merusak DNA secara langsung.
WHO melalui klasifikasi yang pernah digunakan untuk frekuensi radio menempatkannya dalam kategori “kemungkinan karsinogenik bagi manusia”. Kategori tersebut menunjukkan adanya indikasi yang masih terbatas, bukan kesimpulan bahwa penggunaan ponsel secara langsung menyebabkan kanker.
Karena itu, pengguna tidak perlu langsung panik ketika mengetahui nilai SAR perangkatnya. Yang lebih penting adalah memahami bahwa angka tersebut merupakan salah satu parameter teknis dan harus dibaca bersama konteks penggunaan serta standar keselamatan yang berlaku.
Cara Sederhana Mengurangi Paparan
Bagi pengguna yang tetap ingin meminimalkan paparan, beberapa kebiasaan sederhana bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, gunakan speakerphone atau headset ketika melakukan panggilan panjang. Cara ini membuat perangkat tidak terus-menerus berada dekat dengan kepala.
Kedua, hindari melakukan panggilan dalam waktu lama ketika berada di lokasi dengan sinyal sangat lemah. Dalam kondisi tersebut, ponsel dapat bekerja lebih keras untuk mempertahankan koneksi.
Ketiga, jangan selalu menyimpan ponsel menempel pada tubuh. Ketika tidak digunakan, perangkat bisa diletakkan di dalam tas atau tempat lain yang tidak langsung bersentuhan dengan tubuh.
Keempat, manfaatkan pesan teks atau aplikasi komunikasi berbasis internet jika kebutuhan komunikasinya tidak mengharuskan panggilan suara.
Pada akhirnya, daftar HP dengan SAR tinggi bukan alasan untuk langsung menganggap perangkat tersebut berbahaya. Nilai SAR merupakan hasil pengukuran dalam kondisi pengujian tertentu, sedangkan paparan aktual sangat dipengaruhi oleh cara penggunaan, jarak perangkat, serta kondisi jaringan.
Bagi pengguna yang masih memakai salah satu model dalam daftar, informasi mengenai SAR bisa menjadi bahan pertimbangan, tetapi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya ukuran dalam menilai keamanan sebuah smartphone.