Kisaran Today
Beranda Berita Pertamax Resmi Naik hingga Rp16.250 per Liter, Pemerintah Ungkap Alasan di Balik Kenaikan Harga

Pertamax Resmi Naik hingga Rp16.250 per Liter, Pemerintah Ungkap Alasan di Balik Kenaikan Harga

Foto: Ilustrasi By ChatGPT

Kisaran Today – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai pertengahan Juni 2026, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan setelah sebelumnya bertahan di level yang sama selama beberapa bulan.

Harga Pertamax kini naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Penyesuaian ini langsung memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan BBM nonsubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Pemerintah Sebut Kenaikan Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Pemerintah menjelaskan bahwa perubahan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak terjadi tanpa alasan. Faktor utama yang memengaruhi kebijakan ini adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut penjelasan resmi pemerintah, lonjakan harga energi global sebenarnya sudah terjadi sejak Maret 2026. Namun selama periode tersebut, harga BBM nonsubsidi di dalam negeri masih dipertahankan agar tidak langsung membebani masyarakat.

Artinya, kenaikan yang terjadi saat ini merupakan hasil penyesuaian setelah pemerintah menahan perubahan harga dalam jangka waktu tertentu meski biaya pengadaan BBM terus meningkat.

Kondisi pasar energi global memang sangat memengaruhi harga bahan bakar di berbagai negara. Ketika harga minyak mentah naik, biaya produksi dan distribusi BBM ikut meningkat sehingga berdampak pada harga jual ke konsumen.

Harga Pertamax Diklaim Masih Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

Meski mengalami kenaikan cukup besar, pemerintah menilai harga Pertamax di Indonesia masih relatif kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, harga BBM dengan kualitas setara RON 92 hingga RON 95 di beberapa negara tetangga tercatat lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Berikut perbandingan harga BBM nonsubsidi di beberapa negara:

Negara Harga per Liter
Indonesia (Pertamax) Rp16.250
Filipina Rp22.158
Myanmar Rp25.085
Thailand Rp28.910
Laos Rp31.945
Singapura Rp42.971

Dari data tersebut terlihat bahwa harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara lain di kawasan regional.

Meski demikian, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat di masing-masing negara tentu berbeda sehingga perbandingan harga tidak bisa dilihat hanya dari nominal semata.

BBM Subsidi Tetap Tidak Mengalami Perubahan

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi masih tetap dipertahankan.

Saat ini harga Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sementara Solar Subsidi (Biosolar) tetap dijual seharga Rp6.800 per liter.

Keputusan mempertahankan harga BBM subsidi menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang bergantung pada transportasi harian dan sektor usaha kecil.

Stabilnya harga BBM subsidi juga diharapkan dapat membantu mengendalikan dampak kenaikan biaya transportasi yang biasanya berpengaruh terhadap harga barang dan jasa.

Dampak Kenaikan Pertamax terhadap Masyarakat

Kenaikan harga Pertamax tentu berpotensi memengaruhi pengeluaran masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi yang rutin menggunakan BBM nonsubsidi. Beberapa dampak yang kemungkinan akan dirasakan antara lain sebagai berikut!

1. Pengeluaran Transportasi Bertambah

Pengguna mobil dan sepeda motor yang mengisi Pertamax harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar setiap bulan.

2. Perubahan Pola Konsumsi BBM

Tidak menutup kemungkinan sebagian konsumen akan mempertimbangkan beralih ke jenis BBM lain yang lebih ekonomis sesuai spesifikasi kendaraan mereka.

3. Efisiensi Penggunaan Kendaraan

Kenaikan harga sering kali mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan efisiensi berkendara, seperti mengurangi perjalanan yang tidak perlu atau memilih transportasi alternatif.

Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Lebih Fleksibel?

Berbeda dengan BBM subsidi yang mendapat intervensi pemerintah, harga BBM nonsubsidi pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi meliputi:

  • Harga minyak mentah dunia.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Biaya pengolahan dan distribusi.
  • Kondisi geopolitik global.
  • Permintaan dan pasokan energi internasional.

Karena faktor-faktor tersebut terus berubah, harga BBM nonsubsidi cenderung lebih dinamis dibandingkan BBM yang mendapat subsidi dari pemerintah.

Prospek Harga BBM ke Depan

Pergerakan harga BBM dalam beberapa bulan ke depan masih akan sangat bergantung pada kondisi pasar energi global.

Jika harga minyak dunia kembali stabil atau mengalami penurunan, peluang adanya penyesuaian harga juga tetap terbuka.

Sebaliknya, apabila ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap pasokan minyak dunia terus berlanjut, harga energi berpotensi tetap berada pada level tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan energi nasional serta menyesuaikan perencanaan pengeluaran agar tetap mampu mengelola kebutuhan transportasi secara efisien.

Kesimpulan

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter merupakan dampak dari meningkatnya harga minyak dunia yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pemerintah menyebut penyesuaian ini sebenarnya telah ditunda cukup lama demi menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Meski mengalami kenaikan, pemerintah menilai harga Pertamax masih lebih rendah dibandingkan BBM dengan kualitas setara di sejumlah negara tetangga

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap tidak berubah, sehingga masyarakat masih memiliki alternatif bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan