Dijual Rp16.250, Harga Asli Pertamax Ternyata Segini
Kisaran Today – Kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026 menjadi perhatian banyak masyarakat. Setelah cukup lama bertahan di level Rp12.300 per liter, harga BBM nonsubsidi andalan Pertamina tersebut kini resmi naik menjadi Rp16.250 per liter.
Meski kenaikannya terbilang cukup signifikan, ternyata harga yang dibayar konsumen saat ini masih berada di bawah nilai ekonomis atau harga pasar sebenarnya.
Berdasarkan kondisi pasar energi global, harga Pertamax disebut-sebut seharusnya bisa berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.
Lantas, mengapa harga Pertamax akhirnya naik dan bagaimana perbandingannya dengan negara lain? Berikut ulasan lengkapnya.
Harga Pertamax Saat Ini Masih di Bawah Harga Pasar
Sebagai BBM dengan nilai oktan (RON) 92, Pertamax termasuk kategori bahan bakar nonsubsidi yang secara teori mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta harga produk BBM di pasar internasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak global mengalami lonjakan akibat berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik hingga gangguan pasokan energi di sejumlah wilayah dunia.
Akibat kondisi tersebut, harga BBM RON 92 di pasar internasional ikut melonjak. Jika dihitung berdasarkan harga pasar global saat ini, nilai ekonomis Pertamax diperkirakan berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.
Artinya, meskipun kini dijual Rp16.250 per liter, harga yang dibayar masyarakat masih lebih rendah dibandingkan harga pasar sebenarnya.
Mengapa Harga Pertamax Akhirnya Naik?
Kenaikan harga Pertamax bukan terjadi tanpa alasan. Selama beberapa bulan terakhir, harga jual Pertamax disebut telah ditahan meskipun harga minyak dunia terus bergerak naik.
Namun dalam jangka panjang, perusahaan energi tetap harus menjaga keseimbangan antara harga jual dan biaya pengadaan bahan bakar. Jika harga terus ditahan terlalu lama, risiko gangguan pasokan dan kerugian operasional bisa meningkat.
Karena itulah dilakukan penyesuaian harga setelah melalui koordinasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan kondisi pasar energi global.
Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Pertamax Termasuk BBM Nonsubsidi
Banyak masyarakat masih menganggap Pertamax mendapat perlakuan yang sama seperti BBM subsidi. Padahal, Pertamax merupakan produk nonsubsidi sehingga harga jualnya lebih fleksibel mengikuti kondisi pasar.
Berbeda dengan Pertalite atau Biosolar yang mendapatkan dukungan subsidi pemerintah, harga Pertamax sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Harga minyak mentah dunia.
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
- Biaya distribusi dan logistik.
- Kondisi pasokan energi global.
- Harga produk BBM di pasar internasional.
Karena itu, saat harga minyak dunia naik tajam, penyesuaian harga Pertamax biasanya sulit dihindari.
Perbandingan Harga Pertamax dengan Negara Tetangga
Meski mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih relatif kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Malaysia
Malaysia memiliki sistem subsidi BBM yang cukup besar. Bensin RON 95 bersubsidi dijual sekitar Rp8.700 per liter.
Namun untuk BBM nonsubsidi, harga RON 95 di Malaysia berada di kisaran Rp16.400 per liter, tidak jauh berbeda dengan harga Pertamax saat ini.
Thailand
Harga bensin RON 91 di Thailand saat ini berada di kisaran Rp23.000 per liter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Pertamax yang dijual di Indonesia.
Filipina
Harga BBM di Filipina bahkan lebih mahal. Untuk bensin RON 91, harga jualnya mencapai sekitar Rp26.000 per liter. Sementara RON 95 sudah berada di atas Rp28.000 per liter.
Vietnam
Vietnam menjadi salah satu negara yang menawarkan harga BBM lebih rendah dibanding Indonesia. Harga bensin setara RON 92 di negara tersebut berada di kisaran Rp14.000 per liter.
Namun harga tersebut tetap dapat berubah mengikuti kondisi pasar energi internasional.
Dampak Kenaikan Harga Pertamax bagi Pengguna Kendaraan
Kenaikan harga Pertamax tentu berdampak langsung terhadap biaya operasional kendaraan, terutama bagi pengguna mobil dan motor yang selama ini setia menggunakan BBM RON 92.
Sebagai gambaran, jika sebelumnya mengisi 20 liter Pertamax membutuhkan biaya sekitar Rp246.000, kini jumlah yang sama membutuhkan dana sekitar Rp325.000.
Meski demikian, penggunaan Pertamax masih menjadi pilihan banyak pemilik kendaraan modern karena memiliki beberapa keunggulan:
- Nilai oktan lebih tinggi dibanding BBM bersubsidi.
- Pembakaran lebih optimal.
- Membantu menjaga performa mesin.
- Cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi menengah hingga tinggi.
Karena itu, sebagian pengguna tetap memilih Pertamax demi menjaga kondisi mesin kendaraan dalam jangka panjang.
Apakah Harga Pertamax Berpotensi Naik Lagi?
Pergerakan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Jika harga minyak global kembali mengalami lonjakan dalam beberapa bulan ke depan, bukan tidak mungkin terjadi penyesuaian harga kembali.
Sebaliknya, apabila harga minyak dunia turun dan kondisi pasar energi membaik, peluang penurunan harga juga tetap terbuka.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau informasi resmi terkait perubahan harga BBM agar dapat menyesuaikan pengeluaran dan kebutuhan kendaraan sehari-hari.
Kesimpulan
Harga Pertamax kini resmi berada di angka Rp16.250 per liter setelah mengalami kenaikan cukup signifikan pada Juni 2026.
Meski begitu, angka tersebut ternyata masih berada di bawah nilai ekonomis yang diperkirakan mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter berdasarkan harga pasar internasional.
Sebagai BBM nonsubsidi, harga Pertamax memang mengikuti dinamika pasar energi global. Kenaikan ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pasokan BBM sekaligus menyesuaikan kondisi harga minyak dunia yang terus bergejolak.
Bagi pengguna kendaraan, memahami faktor yang memengaruhi harga BBM dapat membantu dalam merencanakan pengeluaran sekaligus menentukan pilihan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.












