Tragis! Sopir Damri di Pontianak Tewas Saat Perbaiki Bus Mogok
Kisaran Today – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan merenggut nyawa seorang sopir bus Damri. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, pada Jumat malam (12/6/2026).
Korban diketahui bernama Dimas Pratama Wijaksono (32). Ia meninggal dunia setelah terlindas akibat insiden yang melibatkan bus Damri yang sedang mogok dan sebuah truk kontainer yang datang dari arah belakang.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko yang dihadapi para pengemudi saat melakukan perbaikan kendaraan di pinggir jalan, terutama pada malam hari dan di jalur yang ramai dilalui kendaraan besar.
Bus Damri Mengalami Gangguan Mesin
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian bermula ketika bus Damri yang dikemudikan korban mengalami masalah mesin saat melintas di Jalan Khatulistiwa.
Karena kendaraannya tidak dapat melanjutkan perjalanan, bus akhirnya berhenti di badan jalan tepat di depan kawasan Pemakaman Tionghoa, Kelurahan Batulayang Hulu.
Setelah menghentikan kendaraan, korban turun untuk melakukan pengecekan dan perbaikan sederhana. Saat itu, Dimas berada di bagian depan bus untuk mengisi atau menambah air radiator yang diduga mengalami masalah akibat panas mesin.
Truk Kontainer Menabrak Bus dari Belakang
Ketika proses perbaikan berlangsung, sebuah truk trailer yang melaju dari arah belakang diduga tidak menyadari keberadaan bus yang sedang berhenti di badan jalan.
Truk tersebut kemudian menabrak bagian belakang bus Damri dengan cukup keras. Benturan yang terjadi membuat situasi berubah menjadi tragedi.
Akibat hantaman tersebut, korban yang berada di depan kendaraan terdorong dan terjatuh. Dalam kondisi tersebut, Dimas mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Korban Meninggal di Tempat
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dialaminya. Sementara itu, pengemudi truk trailer dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi berlangsung beberapa saat dan sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di kawasan Jalan Khatulistiwa yang dikenal sebagai salah satu jalur utama di Pontianak Utara.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Setelah kejadian, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Beberapa faktor yang umumnya menjadi fokus penyelidikan dalam kasus seperti ini antara lain:
- Kondisi penerangan jalan saat kejadian.
- Posisi kendaraan yang berhenti di badan jalan.
- Kecepatan kendaraan yang terlibat.
- Jarak pandang pengemudi pada malam hari.
- Kelengkapan rambu atau tanda peringatan darurat pada bus yang mogok.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Pontianak untuk proses lebih lanjut.
Bahaya Kendaraan Mogok di Pinggir Jalan
Kecelakaan seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Kendaraan yang mengalami mogok di badan jalan, terutama pada malam hari, memiliki risiko tinggi mengalami tabrakan dari kendaraan lain.
Karena itu, pengemudi yang mengalami kerusakan kendaraan disarankan untuk segera mengambil langkah-langkah keselamatan seperti:
1. Menyalakan Lampu Hazard
Lampu hazard berfungsi memberikan peringatan kepada pengendara lain bahwa kendaraan sedang mengalami masalah.
2. Memasang Segitiga Pengaman
Segitiga pengaman sebaiknya dipasang pada jarak yang cukup dari kendaraan agar pengemudi lain dapat mengantisipasi lebih awal.
3. Menggunakan Rompi Reflektif
Jika harus turun dari kendaraan pada malam hari, penggunaan rompi reflektif dapat membantu meningkatkan visibilitas.
4. Menghubungi Bantuan Darurat
Apabila kerusakan tidak dapat ditangani sendiri, sebaiknya segera meminta bantuan teknisi atau layanan derek. Langkah-langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan yang berpotensi berakibat fatal.
Duka bagi Keluarga dan Rekan Kerja
Kepergian Dimas Pratama Wijaksono tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan kerjanya.
Sebagai seorang pengemudi transportasi umum, korban menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat. Namun nahas, tugas tersebut berakhir dengan tragedi yang tidak pernah diharapkan siapa pun.
Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa profesi pengemudi memiliki tantangan dan risiko yang cukup besar, terutama ketika menghadapi kondisi darurat di jalan raya.
Penutup
Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, menewaskan seorang sopir bus Damri saat sedang memperbaiki kendaraan yang mengalami kerusakan mesin. Korban meninggal dunia setelah bus yang berhenti di badan jalan ditabrak truk trailer dari arah belakang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di malam hari.
Di sisi lain, pengemudi yang mengalami kendaraan mogok juga perlu memastikan prosedur keselamatan diterapkan dengan baik guna meminimalkan risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.












