4 Dosa yang Bisa Membuat Sholat Tidak Diterima Selama 40 Hari
Kisaran Today – Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam yang memiliki kedudukan sangat penting. Selain menjadi kewajiban bagi setiap muslim, sholat juga termasuk amalan pertama yang akan diperhitungkan pada hari akhir.
Karena itu, menjaga kualitas ibadah sekaligus menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang menjadi hal penting bagi setiap muslim. Dalam sejumlah hadis, terdapat perbuatan tertentu yang disebut dapat menyebabkan sholat tidak diterima selama 40 hari.
Namun, istilah “tidak diterima” dalam hadis tersebut perlu dipahami dengan tepat. Penjelasan para ulama menyebutkan bahwa hal itu tidak selalu berarti kewajiban sholat gugur atau sholat menjadi tidak sah. Seseorang tetap wajib melaksanakan sholat, tetapi dapat kehilangan pahala atau ganjaran dari ibadah tersebut karena dosa yang dilakukan.
Berikut beberapa perbuatan yang disebut dalam hadis dan penjelasan ulama.
1. Meminum Khamar atau Minuman Keras
Meminum khamar atau minuman yang memabukkan merupakan perbuatan yang jelas dilarang dalam Islam. Larangan tersebut tercantum dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surah Al-Maidah ayat 90.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.”
Selain ancaman terhadap pelakunya, terdapat hadis yang menjelaskan dampak meminum khamar terhadap ibadah sholat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang dari umatku minum khamar, kemudian Allah terima sholatnya 40 hari.”
(HR An-Nasa’i, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadis tersebut menunjukkan beratnya larangan mengonsumsi minuman keras. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang meminum khamar lalu bertobat akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ampunan Allah SWT.
Karena itu, jika kamu pernah terjerumus dalam perbuatan tersebut, jangan menjadikan ancaman ini sebagai alasan untuk meninggalkan sholat. Sebaliknya, segera bertobat dan tetap menjalankan sholat sebagai kewajiban.
2. Mendatangi Peramal atau Dukun
Perbuatan lainnya yang disebut dalam hadis adalah mendatangi peramal atau orang yang mengaku mengetahui perkara gaib.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa mendatangi tukang ramal lalu ia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka sholatnya tidak akan diterima 40 malam.” (HR Muslim)
Dalam penjelasan yang dikutip dari pendapat ulama, istilah peramal atau arraf dapat mencakup orang yang mengaku mengetahui sesuatu yang tidak diketahui manusia secara biasa. Termasuk di dalamnya orang yang mengklaim dapat mengetahui barang hilang, pelaku pencurian, hingga praktik ramalan tertentu.
Perbuatan tersebut perlu dihindari karena berkaitan dengan klaim mengetahui perkara gaib yang pada hakikatnya merupakan perkara yang berada dalam pengetahuan Allah SWT.
Hal ini juga menjadi pengingat agar kamu tidak mudah mempercayai ramalan, praktik perdukunan, maupun orang yang mengaku memiliki kemampuan mengetahui masa depan.
3. Masalah Hubungan dengan Suami, Istri, dan Sesama Muslim
Hubungan dengan orang lain juga memiliki kaitan dengan kualitas ibadah. Dalam sejumlah riwayat yang dikutip dalam kitab-kitab syarah hadis, terdapat peringatan mengenai kondisi ketika seseorang berada dalam konflik serius dengan orang lain.
Salah satunya adalah hadis yang menyebutkan perempuan yang sholat ketika suaminya sedang marah kepadanya, orang yang mendatangi dukun, serta orang yang meminum khamar.
Selain itu, terdapat pula riwayat mengenai beberapa golongan yang ibadahnya mendapatkan ancaman, di antaranya:
- Orang yang menjadi imam suatu kaum sementara mereka membencinya.
- Seorang istri yang tidur ketika suaminya sedang marah kepadanya.
- Dua orang yang saling mendiamkan dan memutus hubungan persaudaraan.
Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar, terutama keluarga dan sesama muslim.
Konflik dalam kehidupan tentu tidak selalu bisa dihindari. Namun, kamu tetap perlu berusaha menyelesaikannya dengan cara yang baik, meminta maaf jika melakukan kesalahan, serta tidak membiarkan perselisihan berubah menjadi permusuhan berkepanjangan.
4. Mengenakan Pakaian dari Harta Haram
Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah sumber harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk pakaian yang dikenakan ketika sholat.
Dalam salah satu hadis disebutkan:
“Barang siapa yang sholat dengan memakai pakaian yang dibeli dengan uang 10 dirham yang haram, maka sholatnya tidak diterima.”
Hadis tersebut memberikan gambaran bahwa kehalalan harta juga menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.
Karena itu, kamu dianjurkan untuk memastikan sumber penghasilan dan harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan berasal dari jalan yang halal. Bukan hanya makanan dan minuman, tetapi juga pakaian dan berbagai kebutuhan lainnya.
Apa Arti “Sholat Tidak Diterima”?
Istilah “tidak diterima” dalam hadis sering kali menimbulkan pertanyaan. Apakah seseorang harus mengulang seluruh sholatnya selama 40 hari?
Menurut penjelasan yang dikutip dari Syarah Shahih Muslim, maksud tidak diterima dalam konteks tersebut adalah seseorang tidak memperoleh pahala atau ganjaran dari sholatnya akibat dosa yang dilakukan.
Dengan demikian, sholat yang dikerjakan tetap sah secara hukum fikih dan kewajiban sholat tetap harus dilaksanakan. Orang tersebut tidak boleh meninggalkan sholat hanya karena mengetahui adanya ancaman tidak diterima selama 40 hari.
Justru, seseorang tetap harus menjalankan sholat sekaligus berusaha meninggalkan dosa dan memperbaiki diri.
Jangan Tinggalkan Sholat dan Segera Bertobat
Peringatan mengenai tidak diterimanya sholat selama 40 hari seharusnya menjadi pengingat agar kamu semakin berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Ibadah tidak hanya berkaitan dengan gerakan dan bacaan saat sholat, tetapi juga dengan bagaimana seseorang menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang.
Jika pernah melakukan dosa tersebut, langkah yang dapat dilakukan adalah segera bertobat dengan sungguh-sungguh, meninggalkan perbuatan tersebut, menyesali kesalahan, dan berusaha tidak mengulanginya.
Yang terpenting, jangan pernah meninggalkan sholat. Tetap tunaikan kewajiban lima waktu sambil memperbaiki diri dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab.





