Kisaran Today – Di usia 13 tahun, banyak remaja masih menikmati waktu luang dengan bermain atau berkumpul bersama teman. Namun, Kiaan justru memilih memanfaatkan masa libur sekolah untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
Remaja asal Mumbai, India, tersebut memulai usaha minuman sendiri yang kemudian berkembang dan menjadi perbincangan di kalangan pencinta kuliner. Bisnis yang diberi nama Coco Cartel itu menawarkan berbagai minuman berbahan dasar cokelat dan kopi.
Kisah Kiaan menarik perhatian bukan hanya karena usianya yang masih sangat muda, tetapi juga karena keberaniannya mengubah sebuah ide sederhana menjadi usaha yang benar-benar dijalankan.
Berawal dari Rasa Penasaran
Gagasan membuka bisnis minuman muncul ketika Kiaan sedang menjalani liburan sekolah. Daripada menghabiskan seluruh waktu luangnya dengan kegiatan biasa, ia memilih mencoba sesuatu yang menurutnya menarik.
Dalam wawancara dengan Curly Tales pada 6 Agustus 2026, Kiaan mengatakan bahwa dirinya memang sengaja mencari kegiatan produktif selama liburan.
“Saya berusia 13 tahun dan sedang libur sekolah. Jadi saya berpikir, daripada menghabiskan waktu untuk bermain, kenapa tidak memulai bisnis?” ujarnya.
Ide tersebut kemudian berkembang menjadi Coco Cartel. Kiaan mulai menawarkan minuman yang dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi pelanggan di Mumbai.
Terinspirasi Minuman yang Pernah Dicoba
Ketertarikan Kiaan pada cold cocoa sebenarnya sudah muncul sejak dirinya berusia sekitar 10 tahun.
Saat itu, ia pernah mencoba minuman dari A1 Cold Coco dan langsung menyukai cita rasanya. Pengalaman tersebut kemudian membuatnya berpikir bahwa minuman serupa berpotensi diterima di tempat tinggalnya.
“Saya berpikir, kenapa minuman seperti ini tidak ada di Mumbai?” kata Kiaan.
Pertanyaan sederhana tersebut akhirnya menjadi pemicu bagi Kiaan untuk membuat versi minumannya sendiri.
Ia kemudian mengembangkan konsep Coco Cartel dengan menyajikan cold cocoa dan cold coffee dalam berbagai pilihan rasa.
Menunya Dibuat Kekinian
Coco Cartel tidak hanya menawarkan minuman cokelat dan kopi dalam rasa original. Kiaan juga menghadirkan sejumlah varian yang lebih dekat dengan selera anak muda.
Beberapa pilihan rasa yang tersedia antara lain Biscoff, Oreo, dan Nutella. Minuman dibuat dengan tekstur yang kental sehingga memberikan sensasi berbeda ketika diminum dalam kondisi dingin.
Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Satu minuman dibanderol mulai sekitar 100 rupee atau sekitar Rp19 ribu.
Kombinasi harga yang bersahabat dan pilihan rasa populer membuat produk Coco Cartel semakin mudah menarik perhatian pelanggan.
Orang Tua Awalnya Tidak Terlalu Yakin
Menariknya, keputusan Kiaan memulai bisnis tidak langsung dianggap serius oleh kedua orang tuanya.
Sang ayah mengaku awalnya mengira keinginan anaknya hanya merupakan kegiatan sementara untuk mengisi masa liburan.
“Saat pertama kali Kiaan bilang ingin melakukan hal seperti ini, kami tidak menganggapnya serius. Kami pikir dia hanya mengisi waktu selama satu atau dua hari,” ungkapnya.
Namun, perkiraan tersebut ternyata keliru. Kiaan justru semakin serius menjalankan usahanya.
Ia tidak hanya membuat rencana, tetapi benar-benar turun langsung melayani pembeli dan menjalankan kegiatan penjualan setiap hari.
Semangat Berjualan Justru Datang dari Kiaan
Kesungguhan Kiaan juga terlihat dari rutinitasnya. Sang ibu bahkan sempat menyarankan agar putranya mengambil waktu istirahat dan tidak perlu berjualan setiap hari.
Namun, Kiaan justru sering menjadi pihak yang mengajak orang tuanya untuk kembali membuka usaha.
“Saya sering bilang tidak perlu berjualan hari ini, mari libur saja. Tapi justru dia yang mengajak ayahnya dan berkata, ‘Ayo kita berangkat,'” tutur sang ibu.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Coco Cartel bukan sekadar proyek singkat yang dibuat untuk mengisi liburan sekolah. Kiaan tampaknya menikmati proses membangun bisnisnya sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Berjualan dari Bagasi Mobil
Konsep usaha Coco Cartel juga cukup sederhana. Kiaan menjalankan bisnis tersebut dari bagasi mobil yang diparkir di kawasan Lokhandwala Back Road, Andheri West, Mumbai.
Dari lokasi sederhana tersebut, ia melayani pelanggan yang datang untuk membeli minuman.
Cara berjualan seperti ini membuat Kiaan tidak membutuhkan gerai besar untuk memulai bisnis. Ia bisa menjalankan usahanya dengan konsep yang lebih fleksibel sekaligus menekan kebutuhan modal untuk tempat usaha.
Selain melayani pembelian secara langsung, Coco Cartel juga menerima pesanan melalui layanan pesan antar Swiggy.
Dari Liburan Sekolah Menjadi Bisnis yang Viral
Coco Cartel kini sudah beroperasi setiap hari, mulai Senin hingga Minggu. Usaha yang awalnya muncul dari pemikiran seorang anak saat liburan sekolah tersebut perlahan berkembang menjadi bisnis minuman yang dikenal di Mumbai.
Perjalanan Kiaan menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau tempat yang mewah. Ide yang sederhana bisa berkembang apabila dijalankan dengan konsisten dan kemauan untuk terus belajar.
Di usianya yang baru 13 tahun, Kiaan sudah mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana melayani pelanggan, mengembangkan produk, memasarkan dagangan, hingga mempertahankan rutinitas usaha.
Kisah Coco Cartel pun menjadi contoh menarik bahwa usia muda bukan selalu penghalang untuk mencoba sesuatu yang produktif. Yang terpenting, tentu saja, aktivitas bisnis tersebut tetap mendapat pendampingan orang tua dan tidak mengganggu kewajiban utama Kiaan sebagai pelajar.