Teknologi

iPhone Lipat Pertama Apple Segera Meluncur, AS Jadi Negara Pertama

Kisaran Today Diterbitkan 23:37 4 menit membaca
iPhone Lipat Pertama Apple (Foto: Istimewa)
Ukuran Teks:

Kisaran Today Kehadiran iPhone dengan layar lipat semakin mendekati kenyataan. Namun, jika kabar terbaru benar, konsumen di luar Amerika Serikat tampaknya harus sedikit lebih bersabar untuk mendapatkan perangkat yang disebut-sebut sebagai salah satu produk terbesar Apple tahun ini.

Apple dikabarkan tidak akan langsung menjual iPhone lipat secara serentak di seluruh dunia. Perangkat tersebut disebut bakal diperkenalkan lebih dahulu di Amerika Serikat, sementara pasar internasional baru kebagian beberapa waktu kemudian.

Informasi ini datang dari laporan ChannelNews Australia yang mengklaim memperoleh informasi dari operator seluler dan salah satu jaringan ritel besar. Berdasarkan laporan tersebut, Apple masih menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat mendistribusikan iPhone lipat dalam jumlah besar.

Debut Bersama iPhone 18 Pro

iPhone lipat diperkirakan akan menjadi bagian dari lini produk Apple yang diperkenalkan pada September 2026. Perangkat tersebut disebut hadir bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Berbeda dengan dua model iPhone 18 Pro yang diperkirakan langsung tersedia di sejumlah pasar, perangkat lipat Apple kabarnya mempunyai jadwal penjualan tersendiri.

Ada kemungkinan Apple memperkenalkan perangkat tersebut dalam acara peluncuran yang sama, tetapi membuka pemesanan pada waktu berbeda. Dengan strategi ini, Apple dapat mengatur distribusi perangkat sesuai dengan kesiapan stok di masing-masing wilayah.

Perangkat tersebut sementara sering disebut sebagai iPhone Ultra, meski nama resmi produknya tentu masih menunggu pengumuman Apple.

AS Jadi Pasar Pertama

Menurut laporan yang beredar, Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mendapatkan iPhone lipat. Setelah itu, Apple baru memperluas penjualan ke pasar internasional.

Sejumlah negara besar, termasuk China, diperkirakan menyusul sekitar dua hingga tiga bulan setelah peluncuran awal di AS.

Artinya, konsumen yang berada di luar AS kemungkinan tidak bisa langsung melakukan pemesanan ketika iPhone lipat pertama kali diperkenalkan.

Strategi tersebut cukup masuk akal apabila Apple memang menghadapi keterbatasan produksi. Teknologi layar lipat membutuhkan komponen dan proses manufaktur yang lebih kompleks dibandingkan smartphone konvensional.

Selain persoalan jumlah produksi, Apple juga disebut masih menghadapi tantangan dalam pengujian unit yang sudah diproduksi. Jika benar, kondisi ini dapat memengaruhi seberapa cepat perangkat bisa dipasarkan dalam skala global.

Pasokan Jadi Tantangan

iPhone lipat akan menjadi kategori produk baru bagi Apple. Karena itu, perusahaan perlu memastikan perangkat tersebut memenuhi standar kualitas sebelum dijual dalam jumlah besar.

Salah satu komponen paling penting tentu saja layar fleksibel. Apple harus memastikan layar dapat digunakan berulang kali tanpa menimbulkan masalah yang mengganggu pengalaman pengguna.

Selain layar, mekanisme engsel, baterai, struktur bodi, serta sistem operasi juga harus disesuaikan dengan desain yang dapat dilipat.

Keterbatasan pasokan pun berpotensi membuat Apple mengambil pendekatan bertahap. Dengan memprioritaskan AS sebagai pasar pertama, perusahaan bisa memantau respons konsumen sekaligus memastikan produksi berjalan sesuai target sebelum memperluas distribusi.

Harga juga menjadi faktor lain yang kemungkinan berpengaruh. Sebagai produk dengan teknologi baru, iPhone lipat diperkirakan akan berada di kelas harga premium.

Apple harus menentukan harga yang tidak hanya mencerminkan biaya produksinya, tetapi juga tetap dapat diterima pasar. Penetapan harga tersebut bisa berbeda di setiap negara karena adanya pajak, biaya distribusi, nilai tukar, dan kebijakan masing-masing wilayah.

Bukan Pertama Kali Apple Terapkan Peluncuran Bertahap

Jika kabar mengenai iPhone lipat yang hanya tersedia di AS pada tahap awal benar, pola tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi Apple.

Perusahaan pernah menerapkan strategi serupa ketika memperkenalkan Apple Vision Pro pada 2024.

Headset mixed reality tersebut pertama kali dijual di Amerika Serikat pada Februari 2024. Apple kemudian memperluas pemasarannya ke sejumlah negara lain secara bertahap.

China, Hong Kong, Jepang, dan Singapura mendapatkan Vision Pro pada Juni 2024. Sebulan berikutnya, perangkat tersebut menyusul ke Australia, Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Apple memang dapat menggunakan pendekatan bertahap ketika memperkenalkan kategori produk baru yang memiliki produksi terbatas.

Analis Sebelumnya Juga Prediksi Ada Jeda Penjualan

Kabar mengenai jadwal berbeda antara peluncuran dan penjualan iPhone lipat juga pernah disampaikan analis Apple, Ming-Chi Kuo.

Kuo sebelumnya memperkirakan Apple akan memperkenalkan iPhone lipat bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Namun, pemesanan untuk model lipat tersebut diprediksi tidak langsung dibuka bersamaan dengan model iPhone lainnya.

Jika berbagai laporan tersebut akurat, Apple tampaknya ingin menjadikan iPhone lipat sebagai produk premium yang peluncuran dan distribusinya dikontrol secara ketat.

Bagi penggemar Apple di luar Amerika Serikat, termasuk calon pembeli di Asia, kondisi ini berarti harus menunggu lebih lama. Belum ada kepastian kapan perangkat tersebut akan masuk ke masing-masing negara.

Meski begitu, seluruh informasi mengenai nama, harga, spesifikasi, maupun jadwal distribusi iPhone lipat masih sebatas laporan dan rumor. Apple sendiri belum mengumumkan secara resmi perangkat tersebut.

Kepastian mengenai kapan iPhone lipat diperkenalkan, negara mana yang menjadi prioritas, serta berapa harga jualnya baru akan diketahui ketika Apple memberikan pengumuman resminya.

Tinggalkan komentar