Berita

Tiga Proyek Strategis Ditinjau Bupati Asahan, dari Jembatan hingga Irigasi untuk Dongkrak Ekonomi Warga

Kisaran Today Diperbarui 20:56 5 menit membaca
Foto: DINAS KOMINFO KAB. ASAHAN
Ukuran Teks:

Kisaran Today Pemerintah Kabupaten Asahan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat. Hal tersebut terlihat dari kunjungan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar ke sejumlah lokasi pembangunan pada Senin (24/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Asahan melihat secara langsung perkembangan tiga fasilitas penting, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Sei Kamah Baru, Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sei Kamah Baru dengan Kelurahan Siumbut-Umbut, serta Daerah Irigasi Sungai Silau Tua Dam Alam Bali di Desa Silau Maraja.

Ketiga proyek tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Namun, semuanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, sejumlah kepala OPD terkait, serta pejabat dan tamu undangan lainnya.

KDMP Diharapkan Segera Menggerakkan Ekonomi Desa

Lokasi pertama yang dikunjungi Bupati Asahan adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Sei Kamah Baru.

Bupati menyampaikan bahwa di Kabupaten Asahan terdapat 114 unit KDMP yang sedang dibangun. Salah satunya berada di Desa Sei Kamah Baru dan telah memiliki struktur kepengurusan.

Keberadaan koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas administratif, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang berbagai kebutuhan ekonomi di tingkat desa.

Menurut Bupati, KDMP memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan warga sekaligus membuka peluang agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih baik.

Karena itu, percepatan pengoperasian koperasi menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Semakin cepat fasilitas tersebut dimanfaatkan, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan akses terhadap kegiatan ekonomi yang lebih terorganisasi.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah pedesaan, keberadaan koperasi seperti ini tentu dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Jembatan Perintis Garuda Buka Akses Antarwilayah

Setelah meninjau KDMP, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Perintis Garuda.

Jembatan sepanjang 87 meter tersebut menghubungkan Desa Sei Kamah Baru, Kecamatan Sei Dadap, dengan Kelurahan Siumbut-Umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Pusat. Bupati Asahan menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur tersebut karena dinilai dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas.

Selama ini, akses penghubung antarkawasan menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang kegiatan masyarakat. Dengan hadirnya jembatan, perjalanan menuju pusat kota diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.

Tidak hanya untuk kegiatan ekonomi, akses tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari lainnya. Masyarakat dapat lebih mudah menuju pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan maupun institusi pendidikan.

Selain memangkas waktu perjalanan, jembatan tersebut juga dapat menjadi pilihan rute alternatif bagi masyarakat sehingga mereka memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan perjalanan.

Bupati pun mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Infrastruktur publik yang digunakan bersama membutuhkan perawatan dan kepedulian agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pembangunan Jembatan Segera Rampung

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra turut meninjau kondisi Jembatan Perintis Garuda.

Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kelancaran transportasi masyarakat.

Menurutnya, terdapat sejumlah titik jembatan yang dibangun dan pembangunan infrastruktur serupa masih berpotensi dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Untuk Jembatan Perintis Garuda sendiri, proses pengerjaan ditargetkan dapat selesai sepenuhnya dalam waktu sekitar satu minggu setelah peninjauan tersebut. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jembatan diharapkan dapat segera digunakan masyarakat secara maksimal.

Dengan semakin terbukanya akses antarwilayah, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi diharapkan ikut meningkat. Distribusi barang, perjalanan menuju pusat kota, hingga kegiatan ekonomi harian dapat berlangsung dengan lebih lancar.

Irigasi 430 Hektare Jadi Perhatian

Lokasi terakhir yang dikunjungi Bupati Asahan adalah Daerah Irigasi Sungai Silau Tua Dam Alam Bali di Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji.

Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, fasilitas ini memiliki hubungan langsung dengan sektor pertanian.

Daerah irigasi tersebut diketahui mendukung pengairan lahan persawahan dengan luas sekitar 430 hektare. Dengan cakupan tersebut, keberadaan saluran irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.

Bupati Asahan mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk rehabilitasi saluran primer dan sekunder di Daerah Irigasi Silau Maraja.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi jaringan irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Jika sistem pengairan berjalan optimal, produktivitas sawah masyarakat juga diharapkan meningkat. Dampaknya bukan hanya dirasakan petani, tetapi dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.

Infrastruktur Didorong Beri Dampak Nyata

Rangkaian peninjauan tiga lokasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Asahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Koperasi diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi warga di tingkat desa. Jembatan berfungsi membuka akses dan memperlancar mobilitas, sementara jaringan irigasi menjadi penunjang penting bagi sektor pertanian.

Ketiganya saling berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran diharapkan dapat menciptakan akses yang lebih baik, memperlancar distribusi hasil produksi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Bagi kamu yang berada di wilayah Asahan, keberadaan berbagai fasilitas tersebut tentunya menjadi bagian penting dari perkembangan wilayah. Namun, pembangunan yang telah dilakukan juga membutuhkan peran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas secara bertanggung jawab.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, infrastruktur yang dibangun tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi dapat benar-benar menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Rangkaian kunjungan Bupati Asahan bersama jajaran berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Seluruh kegiatan berjalan aman, lancar, dan selesai sesuai agenda.

Sumber: Metro Rakyat

Tinggalkan komentar